Huruf timbul kopi kenangan cibubur senayan sudirman

Coffee Memories, startups, minuman sesuai permintaan, telah disetujui untuk menerima pertumbuhan US $ 20 juta (sekitar Rp282 miliar) dari Indian Sequoia. Dana segar ini digunakan untuk mendapatkan jaringan.

Kopi Kenangan

Coffee Memories yang dibuka pada akhir 2019 dapat membuka 150 outlet baru. Hingga 2021 mereka berencana untuk membuka 1.000 outlet di Indonesia. Kopi Kenangan sebagai jaringan aplikasi mobile berbasis aplikasi mobile Indonesia yang direncanakan untuk berkembang ke wilayah Asia Tenggara.

Fakta lain:

Kenangan kopi adalah bisnis kedai kopi yang didirikan pada 2017 oleh Edward Tirtanata dan James Prananto. Ketika pertama kali didirikan, Kopi Kenangan hanya memiliki 16 outlet. Mereka mampu menjual kopi hingga 175 ribu gelas per bulan.

Penjualan

Sejak mengantongi publikasi Alpha JWC awal pada Oktober 2018 lalu, Kopi Memangan kemudian membuka lebih dari 80 outlet yang tersebar di semua kota di Indonesia. Total penjualan juga lebih dari satu juta gelas per bulan.

Fitur

Memori Coffee Middle saat ini fokus pada pengembangan fitur barista pribadi. Layanan pelanggan itu bisa dilakukan langsung melalui aplikasi. Coffee Memories adalah salah satu dari tiga pemain “kedai kopi baru” berdasarkan aplikasi di Indonesia selain Fore Coffee dan Koppi.

IDN

IDN Times akan mengadakan KTT Milenium Indonesia 2019. Acara dengan tema “Membentuk Masa Depan Indonesia” ini diadakan pada 19 Januari 2019 di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta.

Kompeten

IMS 2019 menghadirkan lebih dari 50 pembicara yang kompeten di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, agama, lintas agama, sosial, lingkungan hingga kepemimpinan milenial.

IMS

Acara milenial terbesar di negara ini akan dihadiri oleh 1.500 pemimpin milenium. Salah satu pembicara yang akan menghadiri IMS adalah Edward Tirtanata yang merupakan pendiri bisnis coffee shop di Indonesia.

Kedai

Bisnis Edward berkembang pesat di kalangan anak muda, kedai kopinya bernama Memorable Coffee. Bahwa anak muda untuk mengingat yang pertama, Edward Tirtanata, Pemilik Kopi Memorable,

Mengenang

Kopi untuk Mengenang ExDok. IDN Times / Spesial. Edward Memelopori Memories of Coffee dengan James Pranoto pada tahun 2017. Coffee Memories adalah kopi kontemporer yang tidak ingin dilewatkan oleh kaum millenial.

Kenangan menarik perhatian anak muda, bahkan membuatnya sulit untuk bergerak. Kopi Kenangan lama menjadi menu andalan mereka.

Buka 16 outlet kopi dalam waktu singkat

Kopi Memories adalah sebuah percakapan. Kopi ini menurut banyak orang memiliki rasa yang unik. Kedai kopi, Sukses di kedai kopi dan kopi, telah berhasil membuka 16 toko dalam waktu singkat. 16 outlet dibuka dan tersebar di wilayah Jabodetabek. Rencananya, Kopi Memangan juga akan menjadi ekspansi besar-besaran, lho.

Edward menolak berhenti menjadi UKM

Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbaik di dunia. Peluang ini adalah sesuatu yang tidak ingin dilewatkan oleh Edward dan rekan-rekannya. Mereka juga tidak ingin cepat puas dengan upaya mereka.

Teknologi

Edward percaya bisnis kedai kopinya tidak akan berhenti hanya sebagai usaha kecil dan menengah (UKM). Dia memiliki semangat untuk menciptakan teknologi untuk membantu pengembangan kopi kenangan cepat di seluruh dunia.

Kampanye

Pria kelahiran Bandung tahun 1988 ini mengungkapkan bahwa bisnis ini berawal dari kampanye produk air mineral. Edward sejak awal tertarik pada kata ‘kenangan’. Menurut Edward, kata ‘kenangan’ berarti dalam dan terlihat mahal.

Respons

Memilih kata ‘kenangan’, kedai kopi Edward mendapat respons positif dari masyarakat. Target untuk memasang 300 outlet
Edward Tirtanata, Pemilik Kopi Memorable, Kopi untuk Mengingat Mantan. Kabar baik datang dari dan untuk Memories of Coffee.

Pendanaan

Kedai kopi ini memenangkan pendanaan awal dari Alpha JWC Ventures senilai US $ 8 juta. Selama operasinya, Kopi Kenangan menjual setidaknya 175.000 cangkir kopi per bulan. Kenangan Coffee Target dapat membuka 300 outlet kedai kopi nanti.

Mengoperasikan

Hingga akhir 2018, Kopi Kenangan telah mengoperasikan setidaknya 30 kedai kopi. Di IMS 2019, IDN Times meluncurkan Indonesia Millennial Report 2019. Survei ini dilakukan bersama oleh IDN Research Institute bekerja sama dengan Alvara Research Center.

Survei

Melalui survei yang melibatkan 1.400 responden di 12 kota, IDN Times mengeksplorasi aspirasi dan DNA milenial Indonesia. Periksa hasilnya di IMS 2019, dan ikuti perkembangan di situs kami. Jaringan outlet Kopi Memangan memperoleh dana US $ 8 juta atau sekitar Rp288 miliar dari perusahaan modal ventura India, Alpha JWC Capital.

Berkembang

Padahal, bisnis kopi ini belum berkembang selama dua tahun sejak duo pendirinya, Edward Tirtanata dan James Pranoto mengibarkan bendera bisnis mereka pada Agustus 2017. Sekilas, bisnis Kopi Memangan berkembang pesat. Pada Oktober 2018,

Penjualan

Bisnis ini hanya memiliki 16 kedai kopi dan menjual 175 ribu cangkir per bulan. Sekarang, Kopi Memories telah melebarkan sayapnya melalui 80 outlet di delapan kota. Sungguh menakjubkan. Sebab, penjualan sekarang hampir mencapai satu juta cangkir kopi.

Peluang

Edward Tirtanata mengatakan bisnis yang dikerjakannya tidak terlepas dari peluang. Dia mengaku melihat kekurangan rantai bisnis kopi dengan harga terjangkau di Indonesia. Tanpa diduga, ternyata minat publik cukup tinggi untuk membuat penjualan laku.

Konsumsi

“Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar keempat di dunia. Namun, konsumsi per kapita-nya adalah yang terendah di kawasan ini, karena tidak ada jaringan bisnis kopi yang besar dan terjangkau,” tulis Edward.

Kualitas

Dia mengaku membawa misi untuk membawa kopi berkualitas tinggi yang dibuat dengan bahan-bahan segar. “Yang tersedia secara lokal untuk konsumen di Indonesia dan Asia Tenggara,” tambahnya.

Melirik

Edward dan rekan-rekannya berhasil membuat investor melirik ketekunan mereka dalam melakukan bisnis. Dia memenangkan dana segar. Tapi dia tidak berhenti di situ, dia bercita-cita untuk menggunakan dana segar untuk memperluas bisnisnya dan pergi internasional atau membuka outlet di luar Indonesia.

Rencana

Dalam rencana bisnisnya, ia akan membuka 1.000 toko baru di Indonesia hingga 2021 mendatang. Ia juga akan memperluas bisnisnya ke Asia Tenggara. Sangat menarik untuk melihat kisah Edward dengan Coffee Memories,

Modal

Mengingat tidak banyak usaha kecil dan menengah (UKM) mendapat suntikan modal hingga ratusan miliar. Padahal, jumlah UKM di Indonesia semakin meningkat. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia telah mencapai 59 juta pada 2018.

Sukses

Ini berarti bahwa peluang bagi UKM untuk menipu kisah sukses Kopi sebenarnya bukan mimpi di siang hari bolong. Asalkan para pelaku bisnis rajin dan memperhatikan tanda-tanda dalam memulai bisnis.

Ekspansi

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun mengatakan kisah sukses Kopi dalam mendapatkan pendanaan untuk ekspansi dapat ditiru oleh bisnis lain. Namun, jalan menuju ke sana tentu bukan hal yang mudah. Mengenai ekspansi internasional, pasar adalah faktor nomor satu.

Kondisi

Menurut Ikhsan, UKM sebenarnya harus bisa memetakan kondisi atau tren yang telah terjadi secara global belakangan ini. Seperti kopi, misalnya, yang saat ini digandrungi.

Pasar

“Tentu saja hal terpenting pertama adalah menemukan pasar yang luas terlebih dahulu. Di Indonesia, UKM yang bisa go international terutama bergerak di bidang fashion, seperti tas, pakaian, atau sepatu, karena ada banyak permintaan.

Ceruk pasar

Pasar adalah kuncinya sehingga bisnis bisa go internasional, “jelasnya. Setelah mendapatkan ceruk pasar, UKM tidak boleh berpuas diri. Kemudian, ia harus memperluas basis pasarnya sehingga permintaannya akan lebih luas.

Memasarkan

Di era teknologi saat ini, memperluas pasar relatif lebih mudah dengan promosi melalui media sosial dan memanfaatkan teknologi pasar. UKM harus bersabar dalam memasarkan produknya.

Identifikasi

Menurutnya, lebih baik mengidentifikasi profil pesaing, sehingga UKM dapat membentuk produk mereka menjadi unik dibandingkan dengan pesaing mereka. Strategi ini biasa disebut branding. “Peluang di arena internasional harus dilakukan dengan cara non-konvensional.

Pameran

Untungnya, semuanya sekarang menjadi mudah. ​​Jika Anda ingin memasarkan produk, Anda harus ikut serta dalam pameran atau meminta bantuan melalui kedutaan besar di negara lain , “Kata Ikhsan.

Legalitas

Selanjutnya, UKM jangan lupa untuk mengurus legalitas bisnis mereka. Jika UKM ingin mengekspor barangnya, lisensi ekspor harus dipertimbangkan dengan benar. Kemudian, jika Anda ingin memperluas layanan di luar negeri, tentu saja UKM harus mengetahui aturan bisnis yang berlaku di negara itu.

Pembinaan

“Bagi kami di Akumindo (Asosiasi UMKM Indonesia), kami selalu memberikan pembinaan (bimbingan) tentang legalitas karena itu sangat penting,” tambahnya.

Jika ceruk pasar semakin luas, maka sudah saatnya bagi UKM untuk mendapatkan pendanaan dari pihak luar. Dia menganggap bahwa lembaga keuangan, baik bank dan modal ventura, tidak akan tertarik untuk mendanai ekspansi bisnis jika prospek penjualan juga tidak memadai.

Kebutuhan

Tentu saja, jumlah pendanaan harus disesuaikan dengan kebutuhan UKM ini. Misalnya, jika UKM yang terlibat dalam produksi sepatu ingin meningkatkan ekspor mereka, maka pendanaannya juga harus sesuai dengan jumlah produksi sepatu yang ingin mereka tambahkan.

Meningkatkan

Dana yang didapat, lanjutnya, juga harus digunakan untuk meningkatkan kualitas produknya. Perlu diingat, ketika UKM memasuki pasar global, mereka harus bersaing dengan produk dari negara lain. Menemukan pasar itu sulit, tetapi mempertahankan daya saing tentu lebih sulit.

Bersaing

“Dan perlu diingat bahwa UKM akan selalu bersaing dengan perusahaan besar, sehingga UKM tidak dapat berpuas diri. Mereka harus bersaing dengan persaingan bisnis, perkembangan tren, dan diversifikasi produk,” kata Ikhsan.

Perencanaan

Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad, memulai bisnis berorientasi pasar internasional tentu terkait dengan modal yang harus dipupuk. Sebelum memutuskan untuk memulai bisnis, bisnis harus tahu berapa banyak modal yang dibutuhkan. Maka, mengumpulkan modal harus dilakukan terlebih dahulu.

Pebisnis

Yang paling aman, tentu saja sumber modal berasal dari kantong pribadi. Sebab, pebisnis tentu tidak harus dibebani dengan berbagai masalah jika nanti bisnis yang digagas itu tiba-tiba hancur. Jika masyarakat meminjam dari bank, tentu saja ia harus membayar cicilan dan bunganya, meskipun kegiatan usahanya sudah tidak ada.

Penghasilan

Namun, mengumpulkan modal pribadi tentu membutuhkan kesabaran. Jika memang masyarakat masih bekerja, maka penghasilan yang didapat setiap bulan dapat disisihkan untuk modal kerja. Hanya saja, jangan memaksakan menabung dalam jumlah besar setiap bulan hanya untuk memulai bisnis baru.

Berlebihan

“Hal utama adalah jangan berlebihan. Misalnya, jangan memaksakan menabung modal usaha Rp5 juta per bulan jika Anda tidak bisa menabung sebanyak itu. Selama Anda masih bekerja, cukup simpan uang yang disimpan untuk modal usaha,” jelasnya. Tejasari.

Resiko

Namun, agar risiko modal lebih rendah, pelaku bisnis benar-benar dapat menjalankan bisnisnya sambil tetap bekerja seperti biasa. Jangan terburu-buru keluar dari pekerjaan dalam memulai bisnis baru. Nantinya, modal tambahan bisa disesuaikan dengan pengembangan skala bisnisnya.

Prioritas

“Nanti bisnis pasti bisa berkembang saat kita bekerja. Yang terpenting, kita hanya bisa berbagi prioritas, ada kalanya bekerja dan membangun bisnis,” jelasnya. Hanya saja, jika pelaku usaha terkecil harus meminjam uang untuk memulai bisnis, pastikan pinjamannya juga minim risiko.

Resiko

Dari semua opsi kredit, tentu saja meminjam dari keluarga memiliki risiko yang lebih aman. Tidak perlu stres untuk mengalami beban dikejar oleh penagih utang.

“Tapi sebenarnya, menumbuhkan modal dalam bisnis, jangan dulu berpura-pura muluk, jadi pinjam banyak uang segera. Mulailah bisnis dulu, modalnya disesuaikan, dan nanti modal akan bertambah sesuai perkembangan bisnis, “dia menyimpulkan.

Hubungi Admin Kami:

Lokasi Kami:

  • Kantor Jl. Ir. H. Juanda No. 63 D Pisangan Ciputat Timur Tangerang Selatan Banten Indonesia.
  • Workshop Jl. Merica No. 26 Pondok Cabe Udik Pamulang Tangerang Selatan, Banten Indonesia.
  • Email: Amelida.adv@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *